Author Guidelines

A. Artikel yang dikirim ke redaksi Jurnal Atthiflah harus mengikuti ketentuan-ketentuan teknis sebagai berikut:

Ketentuan Artikel

  1. Artikel adalah tulisan asli, bukan plagiasi, bukan saduran, bukan terjemahan, bukan sekedar kompilasi, dan bukan rangkuman pendapat atau buku orang
  2. Artikel merupakan hasil penelitian teoritis atau penelitian empiris yang belum pernah diterbitkan di jurnal manapun, dan juga tidak dikirim bersamaan ke jurnal
  3. Topik yang diuraikan atau dibahas adalah sesuatu yang signifikan dan informatif dalam konteks kajian pendidikan
  4. Substansi artikel diperkaya atau dipertajam melalui perspektif teori (insider dan atau outsider)
  5. Artikel mengandung aspek kebaruan atau menyempurnakan temuan lama yang belum pernah dikemukakan penulis lain, baik pendekatan, teori, maupun solusinya, agar bisa membuka pemahaman atau pemaknaan baru maupun inspirasi atas suatu masalah atau fenomena yang terdapat pada kajian pendidikan
  6. Artikel ditulis dalam Bahasa Indonesia dengan gaya bahasa efektif dan akademis (standar KBBI), serta disesuaikan dengan gaya selingkung jurnal. Pada penelitian lapangan, misalnya, harus mencantumkan tempat dan tanggal dilaksanakannya wawancara ataupun observasi.
  7. Artikel boleh ditulis berdua atau

Ketentuan Penulisan Artikel

Artikel yang dikirim ke redaksi Jurnal Athhiflah harus mengikuti ketentuan-ketentuan teknis sebagai berikut: 

  1. Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia ragam tulis baku dengan spasi 1,5 lines spacing pada kertas HVS ukuran A4 dengan panjang tulisan 15-25 halaman. Artikel ditulis dengan program Microsoft Word dengan ukuran font 12px.
  2. Pengiriman artikel dapat dikirim dalam bentuk cetak (print out) sebanyak 1 eksemplar beserta CD ke Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini ( KH. Syafi'i Gg. Syaikhuna Suci Manyar Gresik Jawa Timur 61151 Telp. (031) 3953728), atau dikirim melalui email ke alamat: jurnalatthiflah@staidagresik.ac.id.
  3. Artikel paling lambat diserahkan dua bulan sebelum jurnal diterbitkan.
  4. Sistematika artikel diawali dengan abstract (max. 200 kata, menggunakan bahasa Indonesia dan atau bahasa Inggris) disusul dengan kata kunci (keywords); pendahuluan (problem akademik), pembahasan (substansi artikel), penutup (temuan, implikasi teoretis, dan kesimpulan), dan daftar rujukan.
  5. Artikel hasil penelitian memuat: (a) judul, (b) nama peneliti, (c) abstract, (d) kata kunci, (e) pendahuluan (masalah, tujuan, dan manfaat), (f) metode, (g) hasil dan pembahasan, (h) kesimpulan dan saran, dan (i) daftar rujukan.
  6. Nama penulis artikel (tanpa gelar akademik, jabatan, atau kepangkatan) dicantumkan dengan disertai alamat korespondensi, alamat email, dan atau nomor telpon kantor, rumah atau telpon seluler.
  7. Referensi berupa footnote (catatan kaki) bukan on note, in note, dan atau end note.
  8. Perujukan dalam artikel menggunakan model footnote dengan memperhatikan kekhasan referensi yang dirujuk, seperti buku, buku terjemahan, buku berjilid atau bervolume, buku bunga rampai, artikel dalam bunga rampai, artikel dalam jurnal, artikel dalam ensiklopedia, artikel dalam website (internet), artikel dalam media massa (majalah, surat kabar, dll), skripsi, tesis, disertasi, maupun kitab suci. Sebagai contoh:
    • Buku: ‘Umar Farûkh, Târîkh Ṣadr al-Islâm wa al-Dawlah al-Umawîyah(Beirut: Dâr al-Malâyîn, 1970), 243.
    • Buku Terjemahan: Chalmers, A. F., Apa itu yang Dinamakan Ilmu? Suatu Penilaian tentang Watak dan Status Ilmu serta Metodenya, Redaksi Hasta Mitra, (Jakarta: Hasta Mitra, 1983), 26.
    • Buku berjilid: Nadîm Marghalî dan Usâmah Marghalî,  al-Mursịd ilâ Kanz al-‘Ummâl fî Sunan al-Aqwâl wa al-Af‘âl, 1, Ḥadîth ke-2454, (Beirut: Muassasah al-Risâlah, Cet. Ke-3, 1989), 121.
    • Artikel dalam Buku: Sarjuni, “Anarkisme Epistemologis Paul Karl Feyerabend”, dalam Listiyono Santoso dkk, Epistemologi Kiri, (Yogyakarta: al-Ruzz, 2003), 155. 
    • Artikel dalam Ensiklopedia: Samsu Rizal Panggabean, “Dîn, Dunyâ dan Dawlah” dalam Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, Vol. 6, (Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve, t.th.), 50.
    • Artikel dalam Jurnal: ‘Abd al-Amîr Zâhid, “al-Khitậb al-‘Almânî al-‘Arabî al-Mu’âsịr: Târîkhîyatuh wa Bunyatuh al-Mawḍû’îyah” dalam al-Minhâj,  Vol. 27, (Kairo: Muassasah al-Ahrâm, 2002), 14.
    • Artikel dalam Media Massa: Muhammad AS Hikam, “NU dan Gerakan Civil Society di Indonesia”, Suara Pembaruan, 03 Agustus 1994, 1.
    • Artikel dalam Internet: Hâshim Sâlih, “Jamâl al-Bannâ bayn al-Isḷâḥal-Dînî wa al-Tanwîr” dalam www.assyarqalawsat.com/24-Mei-2004/ diakses 20-Juni-2008.
    • Skripsi, Tesis, dan Disertasi: Thaha Hamim, “Moenawar Chalil’s Reformist Thought: A Study of an Indonesian Religious Scholar (1908-1961) (Disertasi--McGill University, 1996), 81.
    • Kitab Suci Al-Qur’an dan Injil: Al-Fâtiḥah 1: 4; Perjanjian Baru, Yoh. 20: 31
  9. Penulisan Artikel dalam Jurnal Atthiflah ini menggunakan pedoman transliterasi Arab-Indonesia sebagai berikut yaitu; ب ,(’) ا (b), ت (t), ث (th), ج (j), ح (ḥ), خ (kh), د (d), ذ (dh), ر (r), ز (z), س (s), ش (sh), ص (ṣ), ض (ḍ), ط (ṭ), ظ (ẓ), ع (‘), غ(gh), ف (f), ق (q), ك (k), ل (l), م (m), ن (n), و (w), _ (h), ء (’), ى (y). Untuk menunjukan bunyi hidup panjang (madd) maka caranya dengan menuliskan coretan melengkung (macron) di atas huruf, seperti â, î, dan û. (ا,ي , dan و). Bunyi hidup dobel (diphtong) Arab ditransliterasikan dengan menggabungkan dua huru ay dan aw, seperti layyinah, lawwâmah. Kata yang berakhiran tâ’ marbûṭah dan berfungsi sebagai ṣifah (modifier) atau muḍâf ilayh ditransliterasikan dengan ah, sedangkan yang berfungsi sebagai muḍâf ditransliterasikan dengan at.
  1. Artikel ditulis dalam bentuk esai. Peringkat judul bagian dinyatakan dengan jenis huruf yang berbeda dan tidak menggunakan angka/nomor pada judul bagian: Peringkat 1, Huruf Kapital Semua, Tebal (Bold), Rata Tepi Kiri: Peringkat 2, Huruf Kapital dan Kecil, Tebal (bold), Rata Tepi Kiri: Peringkat 3, Huruf Kapital dan Kecil, Miring, Rata Tepi Kiri
  1. Daftar Rujukan hanya memuat referensi yang benar-benar dirujuk dalam tulisan.
 

A. Articles sent to the editor of the Journal Atthiflah must follow the technical provisions as follows:

Article Conditions

  1. Articles are original writing, not plagiarism, not adaptations, not translations, not just compilations, and not summaries of opinions or books of others.
  2. Articles are the result of theoretical research or empirical research that has never been published in any journal, and also not sent together to other journals.
  3. The topics described or discussed are something significant and informative in the context of contemporary education studies.
  4. The substance of the article is enriched or sharpened through theoretical perspectives (insider and or outsider)
  5. Articles contain aspects of novelty or perfecting old findings that have not been stated by other authors, both approaches, theories, and solutions, in order to open new understandings or meanings and inspiration for a problem or phenomenon found in contemporary education studies.
  6. Articles are written in Indonesian in an effective and academic language style (KBBI standard), and are adapted to the style of the journal. In field research, for example, it must include the place and date of the interview or observation.
  7. Articles may be written in two or more

Article Writing Provisions

Articles sent to the editor of Athhiflah Journal must follow the technical provisions as follows:

  1. Articles written in Indonesian standard writing range with spacing of 1.5 lines spacing on A4 size HVS paper with a writing length of 15-25 pages. Articles are written with a Microsoft Word program with a font size of 12px.
  2. Article submission can be sent in print out as much as 1 copy along with CD to Early Childhood Islamic Education Study Program (KH. Syafi'i Gg. Syaikhuna Suci Manyar Gresik East Java 61151 Tel. (031) 3953728), or sent via email to address: jurnalatthiflah@staidagresik.ac.id.
  3. Articles must be submitted no later than two months before the journal is published.
  4. Systematics of articles begins with abstracts (max. 200 words, using Indonesian and or English) followed by keywords; introduction (academic problems), discussion (substance of article), closing (findings, theoretical implications, and conclusions), and a list of references.
  5. The research article contains: (a) title, (b) name of researcher, (c) abstract, (d) keyword, (e) introduction (problem, purpose, and benefit), (f) method, (g) result and discussion, (h) conclusions and suggestions, and (i) reference list.
  6. The name of the author of the article (without an academic degree, position, or rank) is included with the correspondence address, e-mail address, and or telephone number of the office, home or cellular telephone.
  7. References are in the form of footnotes, not on notes, in notes, and or end notes.
  8. Referrals in articles use the footnote model by paying attention to the specifics of referenced references, such as books, translation books, volume or volume books, anthology books, articles in anthology, articles in journals, articles in encyclopedias, articles on websites (internet), articles in mass media (magazines, newspapers, etc.), theses, theses, dissertations, and scriptures. As an example:
    • Buku: ‘Umar Farûkh, Târîkh Ṣadr al-Islâm wa al-Dawlah al-Umawîyah(Beirut: Dâr al-Malâyîn, 1970), 243.
    • Buku Terjemahan: Chalmers, A. F., Apa itu yang Dinamakan Ilmu? Suatu Penilaian tentang Watak dan Status Ilmu serta Metodenya, Redaksi Hasta Mitra, (Jakarta: Hasta Mitra, 1983), 26.
    • Buku berjilid: Nadîm Marghalî dan Usâmah Marghalî,  al-Mursịd ilâ Kanz al-‘Ummâl fî Sunan al-Aqwâl wa al-Af‘âl, 1, Ḥadîth ke-2454, (Beirut: Muassasah al-Risâlah, Cet. Ke-3, 1989), 121.
    • Artikel dalam Buku: Sarjuni, “Anarkisme Epistemologis Paul Karl Feyerabend”, dalam Listiyono Santoso dkk, Epistemologi Kiri, (Yogyakarta: al-Ruzz, 2003), 155. 
    • Artikel dalam Ensiklopedia: Samsu Rizal Panggabean, “Dîn, Dunyâ dan Dawlah” dalam Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, Vol. 6, (Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve, t.th.), 50.
    • Artikel dalam Jurnal: ‘Abd al-Amîr Zâhid, “al-Khitậb al-‘Almânî al-‘Arabî al-Mu’âsịr: Târîkhîyatuh wa Bunyatuh al-Mawḍû’îyah” dalam al-Minhâj,  Vol. 27, (Kairo: Muassasah al-Ahrâm, 2002), 14.
    • Artikel dalam Media Massa: Muhammad AS Hikam, “NU dan Gerakan Civil Society di Indonesia”, Suara Pembaruan, 03 Agustus 1994, 1.
    • Artikel dalam Internet: Hâshim Sâlih, “Jamâl al-Bannâ bayn al-Isḷâḥal-Dînî wa al-Tanwîr” dalam www.assyarqalawsat.com/24-Mei-2004/ diakses 20-Juni-2008.
    • Skripsi, Tesis, dan Disertasi: Thaha Hamim, “Moenawar Chalil’s Reformist Thought: A Study of an Indonesian Religious Scholar (1908-1961) (Disertasi--McGill University, 1996), 81.
    • Kitab Suci Al-Qur’an dan Injil: Al-Fâtiḥah 1: 4; Perjanjian Baru, Yoh. 20: 31
  9. Writing articles in the Atthif Journal uses the following Arabic-Indonesian transliteration guidelines, namely; ب ,(’) ا (b), ت (t), ث (th), ج (j), ح (ḥ), خ (kh), د (d), ذ (dh), ر (r), ز (z), س (s), ش (sh), ص (ṣ), ض (ḍ), ط (ṭ), ظ (ẓ), ع (‘), غ(gh), ف (f), ق (q), ك (k), ل (l), م (m), ن (n), و (w), _ (h), ء (’), ى (y). To show the sound of a long life (madd) then the way is by writing curved scribbles (macron) above the letters, such as â, î, and û. (ا, ي, and و). The sound of double life (diphtong) Arabic is transliterated by combining two huru ay and aw, like layyinah, lawwâmah. The word ending in tâ „marbûṭah and functioning as ahifah (modifier) ​​or muḍâf ilayh is transliterated by ah, while the one that functions as muḍâf is transliterated with at.
  1. Articles are written in the form of essays. Ranking of section titles is stated with different fonts and does not use numbers / numbers on section titles: Rank 1, All Capital Letters, Bold, Flat Left Edge: Rating 2, Capital Letters and Small, Thick (Bold), Flat Edge Left: Rating 3, Capital Letters and Small, Italic, Flat Left Bank
  1. The Reference List only contains references that are actually referred to in the text.

B. Templet Artikel

Artikel dalam bentuk .doc./.rtf. (Microsoft Word) dan atau Artikel dalam bentuk PDF download PDF. Font pendukung Download Atthiflah Font. dan Arabic Font.

Baca juga Cara Instal Font pendukung ke dalam sistem komputer.

 

B. Article Templates

The article has to be in the form of Microsoft Word Document with the file extension of .doc or .rtf (Rich Text Format) or in the PDF format (.pdf) download PDF. The supporting font is Atthiflah Font and Arabic Font.

See also How to Install Font support into the computer system.

C. Penulis bebas biaya

Artikel yang di submit tidak dipungut biaya.

 

C. Author free charge

The submitted articles are free of charge.

D. Panduan Submit online

Berikut cara submit artikel melalui online, klik Make a Submission

 

 D. Guide Submit online

Here's how to submit articles online, click Make a Submission.