Integritas dan Akuntabilitas dalam Pengelolaan Keuangan Sekolah atau Madrasah

  • Nor Mubin Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa, Gresik
Keywords: Integritas dan Akuntabilitas, Keuangan Sekolah

Abstract

 

 

Isu Integritas dan akuntabilitas akhir-akhir ini semakin gencar dibicarakan seiring dengan tuntutan masyarakat akan pentingnya pendidikan yang bermutu, Sesuai ketentuan dalam MBS bahwa dalam pengelolaan keuangan sekolah juga harus menganut prinsip transparansi dan akuntabilitas publik. Berdasarkan Kepmendagri 13/2006 tentang Pelaporan Pengelolaan Keuangan Daerah, akuntabilitas diartikan sebagai mempertanggung jawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan kebijakan yang dipercayakan kepada Pemerintah Daerah atau Yayasan dalam mencapai tujuan yang ditetapkan secara periodik.

Integritas; (Integrity) adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi, walaupun dalam keadaan yang sulit untuk melakukannya, “satunya kata dengan perbuatan”. fungsinya adalah sebagai Cognitive Function of Integrity yang meliputi kecerdasan moral dan self insight. Sedangkan self insight itu sendiri meliputi self knowledge dan self reflection. Berarti, integritas berfungsi memalihara moral atau akhlak seseorang yang kemudian mendorong dia untuk memiliki pengetahuan yang luas. Affective functions of integrity yang meliputi conscience dan self regard. manusia berkembang secara seimbang yang mempunyai 3 ciri dimensi; dimensi Fisik, Psikis/jiwa, dan dimensi Sosial. Adapun Ciri-cirinya adalah; 1) Selalu menepati janji, 2) Taat asa tidak plin plan, 3) Komitmen dan bertanggung jawab, 4) Satu kata satu perbuatan, 5) Jujur dan terbuka, 6) Menjaga prinsip dan nilai-nilai yang diyakini.

Akuntabilitas adalah kewajiban memberikan pertanggungjawaban dan menerangkan kinerja serta tindakan penyelenggara organisasi kepada pihak yang memiliki hak atau kewajiban untuk meminta keterangan atau pertanggungjawaban. Semakin kecil partisipasi stakeholders dalam penyelenggaraan manajemen sekolah/madrasah, maka akan semakin rendah pula akuntabilitas sekolah/madrasah. Asian Development Bank (ADB) menegaskan adanya konsensus umum bahwa good governance dilandasi oleh 4 pilar yakni; 1) akuntabilitas, 2) transparansi, 3) dapat di prediksi, dan 4) partisipasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Atosokhi Gea, A. Panca Yuni Wulandari, Relasi dengan diri sendiri Character Building 1. Jakarta; Elex Medisa Komputindo. 2005.
Denny Boy dan Hotniar Siringoringo, Analisis Pengaruh Akuntabilitas
Direktur pembinaan Sekolah, Manajemen Berbasis Sekolah di SMP pada Era Otonomi Daerah, Jakarta; Dirjen Pendidikan Dasar, Kemendiknas RI. 2012
E. Mulyasa, Manajemen Berbasis Sekolah. Rosdakarya , 2008
Indra Bastian, Sistem Perencanaan dan Penganggaran Pemerintah Daerah di Indonesia, Salemba Empat Jakarta. 2007.
Lilik Huriyah, Manajemen Keuangan: Optimalisasi Pengelolaan Keuangan di Lembaga Penddikan Islam, Surabaya: UINSA Pers, 2014.
Nanang Fattah, Konsep dan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dan Dewan Sekolah, Bandung CV. Pustaka Bani Quraisy, 2004.
Waluyo, Manajemen Publik , Bandung Mandar Maju, 2007.
Zamroni, .School Based Management. Pascarsarjana Universitas Negeri Yogyakarta. 2008.
Published
2018-04-29
How to Cite
Mubin, N. (2018). Integritas dan Akuntabilitas dalam Pengelolaan Keuangan Sekolah atau Madrasah. Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 14(2), 80-92. https://doi.org/10.5281/zenodo.3366740
Section
Articles