Pondok Pesantren dan Penanggulangan Narkoba di Indonesia

  • Nur Khamim Sekolah Tinggi Agama Islam Daruttaqwa, Gresik
Keywords: Pondok Pesantren, Strategi, Penanggulangan, Narkoba

Abstract

Pondok pesantren memiliki fungsi sebagai lembaga pendidikan dan dakwah serta lembaga kemasyarakatan yang telah memberikan warna daerah terutama pedesaan. Ia tumbuh dan berkembang bersama warga masyarakatnya sejak berabad-abad. Oleh karena itu, tidak hanya secara kultural bisa diterima, tapi bahkan telah ikut serta membentuk dan memberikan gerak serta nilai kehidupan pada masyarakat yang senantiasa tumbuh dan berkembang, figur kyai dan santri serta perangkat fisik yang memadai sebuah pesantren senantiasa dikelilingi oleh sebuah kultur yang bersifat keagamaan. Kultur tersebut mengatur hubungan antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain. Pondok pesantren diharapkan tidak hanya berkemampuan dalam pembinaan pribadi muslim yang Islami, tetapi juga mampu mengadakan perubahan dan perbaikan sosial kemasyarakatan. Pengaruh pesantren sangat terlihat positif bila alumnusnya telah kembali ke masyarakat dengan membawa berbagai perubahan dan perbaikan bagi kehidupan masyarakat sekitarnya.Narkoba adalah narkotika dan obat terlarang. Narkotika digolongkan menjadi dua macam, yaitu narkotika dalam arti sempit dan narkotika dalam arti luas.Narkotika dalam arti sempit bersifat alami, yaitu semua bahan obat opiaten, cocain, dan ganja.Metode pembinaan korban penyalahgunaan narkoba di Pondok Pesantren menggunakan: Metode studi kasus, Metode pembiasaan, meliputi: Sholat, membaca al-Qur’an, Metode wirid, Metode sorogan, Metode kebebasan, Faktor pendukung bagi Pondok Pesantren dalam pembinaan korban penyalahgunaan narkoba antara lain, yaitu: 1) Niat yang sungguh-sungguh untuk membenahi akhlak dan mendalami ilmu agama yang dimiliki santri; 2) Suasana pondok pesantren yang harmonis, penuh keakraban di antara pengasuh dan santri layaknya seperti keluarga sendiri.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahmad Syauqi Al-Fanjari, 1996, Nilai-Nilai Kesehatan dalam Islam, Jakarta.
A.W. WidjajaDrs., 1985, Masalah Kenakalan Remaja dan Penyalahgunaan Narkotika, ARMICO, Bandung.
Dep. Agama RI, 1928/1983, Standarisasi Pengajaran Agama di Pondok Pesantren.Proyek Pembinaan dan bantuan pada Pondok Pesantren, Jakarta.
Khalida, Herlina Hasan. 2014. Membangun Pendidikan Islami di rumah.Jakarta Selatan : Kunci Iman.
M. Dawam Raharjo,1985, Penggul, atau Dunia Pesantren, P3M, Jakarta.
Mastuhu, 1994, Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren, INIS, Jakarta.
Masrul Sudiro, 2000, Islam Melawan Narkoba, Yogyakarta: Pustaka Hikmah,
Nanik Wijayanti dan Yulus, 1987, Kejahatan dalam Masyarakat dan Pencegahannya.Bima Aksara. Jakarta.
Shahih Muslim, Kitabul Asyribah, Musnad Imam Ahmad, 2/16 dan 29
Shahih bin Ghani As-Sadlan, Drs, Bahaya Narkoba,
Shahih Muslim, Hadits 2003, Kitabul Asyribah
Shihab, Quraish, 1992, Membumikan al-Quran (Bandung: Mizan).
Soemanto, Wasty & Hendyat Soetopo, 1982, Dasar & Teori Pendidikan Dunia: Tantangan bagi Para Pemimpin Pendidikan (Surabaya: Usaha Nasional).
Wahyudi, M. Jindar, 2006, Nalar Pendidikan Qur’ani (Yogyakarta: Apeiron Philotes)
Published
2018-04-22
How to Cite
Khamim, N. (2018). Pondok Pesantren dan Penanggulangan Narkoba di Indonesia. Attaqwa: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 14(2), 36-54. https://doi.org/10.5281/zenodo.3366735
Section
Articles